BERITA
“WHO REALLY I’AM?”
04-06-2022
Oleh: Kristiana Setyarini, S.Pd. dan Mega Yoshinta, S.Pd.
Kegiatan rekoleksi merupakan salah satu kegiatan wajib bagi seluruh siswa SMP Marganingsih yang diadakan setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenal siapa diri mereka sebenarnya. Seperti tema yang diangkat pada rekoleksi kelas VII yaitu “Who Really I’am?”
Pelaksanaan rekoleksi kelas VII dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Mei 2022 di Rumah Retret St. Fransiskus Asisi Muntilan. Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari laki – laki 17 orang dan perempuan 35 orang. Kegiatan rekoleksi dilaksanakan untuk persiapan bagi para siswa mengikuti Penilaian Akhir Tahun. Kegiatan dimulai dari hari Sabtu, pukul 16.00 sampai Minggu pukul 13.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah, Ibu Emiliana Dresti Imasati, S.Pd. kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan pengumuman. Kegiatan rekoleksi dibagi menjadi beberapa sesi yang disampaikan oleh dua narasumber hebat yaitu Pak Bimo dan Pak Eko.
Banyak hal yang menarik saat narasumber menyampaikan materi, yaitu saat penjelasan yang disampaikan oleh Pak Bimo ada beberapa gangguan mental atau penyakit mental yang diawali dengan gejala – gejala sebagai berikut :
1. Berteriak atau berkelahi dengan keluarga atau teman – temannya
2. Delusi, paranoid, atau halusiniasi
3. Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi
4. Ketakutan, kekawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui
5. Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah
6. Marah berlebihan atau rentan melakukan kekerasan
7. Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan
8. Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain
9. Menarik diri dari orang – orang dan kegiatan sehari hari
10. Merasa bingung, pelupa, marah, dan mudah tersinggung
11. Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan
12. Merokok atau minum alkohol
13. Perubahan drastis dalam kebiasaan makan
14. Rasa lelah yang signifikan dan masih banyak lagi gejala – gejala yang lainnya.
Dari beberapa gangguan mental di atas, dapat dicegah dengan beberapa hal antara lain, melakukan aktifitas fisik dan tetap aktif secara fisik, membantu orang lain dengan tulus, menjaga hubungan baik dengan orang lain, maupun menjaga kecukupan tidur dan istirahat.
Setelah selesai sesi yang pertama dilanjutkan sesi kedua yang disampaikan oleh Pak Eko tentang “Temukan Dirimu”. Anak – anak diajak untuk mengenali diri sendiri lebih mendalam dengan tujuan untuk bisa menerima diri atau berdamai dengan dirinya sendiri sehingga menjadi bahagia, semakin mengenal dirinya sendiri, lebih bisa mengembangkan diri, dan bisa mengembangkan kemampuan bersosialisasi.
Saat sesi kedua selesai, sesi ketiga yaitu “Mengenal Jati Diri”. Anak - anak diajak untuk merefleksikan diri dengan meditasi. Semua anak dapat mengikutinya dengan baik dari awal hingga selesai. Kegiatan diakhiri dengan doa malam kemudian beristirahat untuk melanjutkan kegiatan hari berikutnya.
Pada hari Minggu, anak-anak mulai mempersiapkan diri dengan semangat yang luar biasa untuk mengikuti rekoleksi hari kedua. Kegiatan diawali dengan mandi pagi, doa pagi, kemudian sarapan. Setelah itu para siswa diajak merefleksikan pribadi masing-masing. Beberapa pertanyaan yang dimunculkan oleh Mas Bimo yaitu, saat tua nanti mau dikenal sebagai apa?, profesi kebanggaanmu apa?, mau penghasilan berapa setiap bulannya?, dan masih banyak lagi pertanyaan yang dimunculkan. Para siswa sangat antusias dalam menjawab pertanyaan. Menyendiri dan merenungkan pertanyaan dengan dasar akan dibawa kemana masa depan mereka, membuat beberapa diantara mereka menangis. Hal itu justru yang membuat kami sebagai pendamping merasa bangga, mereka bisa merefleksikan diri dengan baik.
Refleksi diri merupakan kegiatan terakhir, seluruh rangkaian acara telah dilalui anak-anak dengan lancarSetelah itu, ucapan terima kasih dari Bapak Ariyo Bagus Sudirdjo, S.Pd selaku wakil dari pihak sekolah dan kemudian foto bersama untuk kenang-kenangan. Siswa setelah santap siang kemudian kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 13.00 WIB.
Harapan kami, dengan anak-anak mengikuti kegiatan rekoleksi ini bisa lebih menerima dirinya sendiri dan lebih mengenal dirinya sendiri, bahkan bersedia menerima orang lain yang selama ini menjadi batu sandungan dalam hidupnya. Kami sebagai pendamping sangat senang karena seluruh energi negatif telah dibuang dan digantikan dengan energi positif yang akan selalu melekat pada diri anak-anak. Semoga kita semua selalu bisa memberikan energi positif untuk orang lain.
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”