BERITA
OUTING CLASS AT KELENTENG HOK AN KIONG
31-01-2023
Oleh Kristina Candraningsih, S.Pd.
Sebanyak kurang lebih 90 siswa SMP Marganingsih bersama 9 pendamping mengadakan kunjungan ke Klenteng Hok An Kiong Muntilan pada hari Sabtu, 28 Januari 2023.
Siswa yang mengikuti kunjungan adalah siswa kelas VII dan VIII. Perjalanan menuju klenteng ditempuh dengan berjalan kaki karena lokasi klenteng tidak jauh dari gedung sekolah.
Sesampainya di klenteng para siswa berbaris rapi dan secara berurutan masuk ke klenteng didampingi guru untuk berjalan berkeliling ke seluruh ruangan yang diizinkan untuk didatangi. Pihak pengurus klenteng menyambut dengan hangat, diantaranya Pak Budi, Pak Candra, dan Pak Harto. Seusai berkeliling kompleks klenteng, semua siswa duduk membuat lingkaran dan dimulailah obrolan sederhana yang dimoderatori oleh Pak Harto.
Beberapa siswa sudah mencatat hal-hal yang akan ditanyakan hasil dari safari berkeliling klenteng. Kunjungan ini bisa menjadi pengalaman budaya yang menarik dan membantu para siswa khususnya untuk memahami budaya Tionghoa dan tradisi keagamaannya. Sebagai contoh lokasi klenteng di setiap tempat biasanya dekat dengan pasar karena masyarakat Tionghoa dekat dengan kegiatan jual-beli. Begitupun lokasi klenteng Hoak An Kiong Muntilan. Awalnya klenteng didirikan di Kendal Growong (di belakang kantor Pegadaian), namun karena letaknya tersembunyi dan ada tanah kosong di dekat pasar Muntilan (sebelum berpindah) akhirnya klenteng dipugar dan dipindah di area sekarang ini. Yang menarik di klenteng Hok An Kiong Muntilan ini adalah tempat dupa (Hio Loo) yang terletak di dekat pintu masuk. Tempat dupa tersebut merupakan Hio Loo terbesar di Asia Tenggara (menurut cerita Pak Harto).
Selain itu, simbol yang sering kita jumpai di klenteng yang menyerupai naga ternyata yang dimaksud bukan naga seutuhnya yakni Liyong. Liyong yang kita lihat seperti naga tersebut adalah sosok dengan kepala naga, kulit bersisik seperti ikan namun memiliki kaki. Di akhir sesi tanya-jawab ditutup dengan foto bersama di area klenteng.
Para siswa kembali berjalan menuju sekolah untuk kemudian mengolah informasi yang diperoleh dalam bentuk tulisan, komik, gambar atau apapun supaya pengalaman baru yang diperoleh hari ini tidak hilang begitu saja. Semoga dengan kunjungan ini para siswa bisa memupuk sikap saling menghargai keberagaman yang ada di sekitar mereka.
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”