BERITA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK
16-06-2023
Oleh: Ariyo Bagus Sudirdjo, S.Pd.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu yang bertujuan untuk penguatan nilai-nilai profil pelajar Pancasila untuk mewujudkan “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila”. Pancasila adalah dasar filosofi negara Indonesia yang menjadi landasan bagi semua aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, pemahaman dan implementasi Pancasila sangat penting bagi setiap warga negara Indonesia, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu yang bertujuan untuk penguatan nilai-nilai profil pelajar Pancasila untuk mewujudkan “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila”. Pancasila adalah dasar filosofi negara Indonesia yang menjadi landasan bagi semua aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, pemahaman dan implementasi Pancasila sangat penting bagi setiap warga negara Indonesia, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Pembelajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila sangat penting untuk membentuk warga negara yang memiliki kepribadian dan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui pembelajaran ini, pelajar dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi individu yang memiliki integritas dan loyalitas terhadap negara. Selain itu, pembelajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila juga dapat membentuk kesadaran dan kesetiaan terhadap negara dan bangsa. Pelajar akan menyadari bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan tidak merugikan negara dan bangsa. Dengan demikian, pembelajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila sangat penting bagi perkembangan dan masa depan bangsa Indonesia. Generasi muda yang memiliki pemahaman dan implementasi Pancasila yang kuat akan menjadi warga negara yang berkualitas dan memiliki kemampuan untuk memajukan negara dan bangsa.
Pada Proyek ketiga Kelas VII Fase D ini mengambil tema "Gaya Hidup Berkelanjutan", dengan Sub Tema "Pengolahan sampah non organik dan organik". Sub tema ini sangat relefan dengan harapan SMP Marsudirini Marganingsih Muntilan yaitu "membudayakan perilaku cinta lingkungan baik dalam menjaga kelestarian maupun upaya pencegahan terhadap kerusakan lingkungan sesuai ajaran Santo Fransiskus Asissi". Tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" dibagi menjadi dua topik utama yaitu; sampah non organik dan organik serta dibagi menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok diberikan petunjuk untuk merencanakan dan membuat skema kegiatan dari dua topik tersebut menjadi sub topik proyek yang lebih aktual sesuai kondisi saat ini. Dalam melaksanakan proyek ini SMP Marsudirini Marganingsih Muntilan bekerja sama dan berkolaborasi dengan Paroki Santo Antonius Padua Muntilan dengan Narasumber Romo Aluisius Dian Permana, SJ. dimana beliau juga merupakan aktivis pengolahan sampah organik menjadi bentuk kerajinan seni lukis.
Peningkatan pertumbuhan dan aktivitas serta konsumsi penduduk mengakibatkan bertambahnya volume sampah yang dihasilkan. Semakin banyak volume timbunan sampah maka semakin banyak pula volume sampah yang harus dikelola. Sampah yang dihasilkan tersebut harus dikelola dengan baik dan secara sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dalam proyek Gaya hidup berkelanjutan ini siswa juga mengolah sampah organik yang berasal dari sisa makanan sehari-hari yang di olah dengan alat komposer yang dibuat secara mandiri pula oleh siswa dibawah bimbingan Bapak Ignasius Agung Budi Wibowo, S.Pd. selaku guru mata pelajaran IPA, teknis kegiatan dalam pengolahan sampah organik ini dilakukan secara berkelompok setelah setiap kelompok menyelesaikan media komposer yang dibuat. Secara rutin anak-anak mengumpulkan sisa-sisa makanan yang berpeluang menjadi sampah ke dalam media komposer yang dibuat dari ember cat, kegiatan ini dilakukan secara periodik sehingga hasil dari pengolahan sampah organik ini harapannya akan mendapatkan hasil pada bulan ke-8 terhitung sejak dimulainya kegiatan ini bulan Februari. Output dari kegiatan ini adalah hasil pengolahan sampah organik dapat disosialisasikan kepada masyarakat dalam bentuk pupuk organik serta dapat mensosialisasikan pula sistem pengolahan sampah organik dengan media komposer sederhana ini kepada masyarakat sehingga akan menjadi proyek berkelanjutan pada saat anak-anak sudah naik kelas VIII . Harmoni pengolahan sampah organik dan non organik adalah kegiatan edukasi dan aksi dalam menyelesaikan permasalahan sampah sebagai bagian dari pembelajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Marsudirini Marganingsih Muntilan serta dapat menjadi gaya hidup yang berkelanjutan. Diharapkan sampah organik dan non organik dengan berbagai jenisnya dapat ditangani dan dikelola dengan baik dan dapat dijadikan hasil karya kreatif yang bernilai ekonomis.
kembali
- Gema Nada Marga Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Marching Band di SMA Negeri 1 Dukun
- “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
- Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya
- Refleksi Peran Guru Sebagai Coach di Sekolah dan Keterkaitannya dengan Materi Pendidikan Guru Penggerak
- “BERBEDA ITU MENYENANGKAN”
- “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
- PRIBADIKU DIBENTUK OLEH TUHAN
- BERSUKACITA DALAM TUHAN
- "Orang Benar Hidup Oleh Percaya Habakuk".
- “ALLAH SUMBER PENGHARAPAN”